"Jangan ribut-ribut begini, reshufflenya tidak jadi. Iya (bisa jadi diundur). Tapi itu hak prerogatif presiden," ujar Maman Imanul Haq di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (9/1).
Perombakan Kabinet Kerja jilid II dikabarkan akan dilakukan dalam waktu dekat. Kegaduhan mulai muncul setelah Partai Amanat Nasional mendeklarasikan dukungannya ke pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Hal ini menimbulkan pro dan kontra di ranah politik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kegaduhan juga dipicu dari kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan beberapa kementerian, seperti larangan angkutan basis daring oleh Kementerian Perhubungan. Rekomendasi Pansus angket PT Pelindo II untuk mencopot Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno.
Hal serupa disampaikan Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda. Menurutnya, reshuffle jilid II bisa tertunda karena adanya kegaduhan yang terlalu kencang. Menurutnya, ada kemungkinan Presiden Jokowi menunggu kondisi tenang terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan terkait reshuffle.
"Kalau mengambil keputusan dan ombak masih kencang, seorang nelayan harus dibatasi. Reshuffle mungkin tertunda karena kegaduhan terlalu kencang," kata Hanta Yuda.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengingatkan perombakan kabinet merupakan kewenangannya. Karenanya, dia menegaskan agar tidak ada pihak mendiktenya mengenai perombakan kabinet.
"Saya ulangi lagi, reshuffle itu adalah hak prerogatif presiden. Kamu juga jangan ikut-ikut, dorong-dorong, dikte-dikte, desak-desak. Itu hak prerogatif presiden," kata Jokowi. (pit)