Megawati menuturkan, dirinya malu ketika mengetahui konsep pembangunan kota terintegrasi telah diterapkan oleh seorang tokoh partai komunis di China. Padahal konsep itu menurutnya dimiliki oleh Presiden Indonesia pertama, Ir. Soekarno.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mega, kamu tidak perlu terpesona. Tahu apa yang kita lakukan? Ini adalah yang telah dilakukan bapak kamu, Bung Karno". Kenapa oleh Indonesia ditinggalkan?," kata Megawati menirukan ucapan tokoh partai komunis itu.
"Makanya saya mau sembunyikan kepala. Malu saya, malu, Pak Jokowi. Dibilangin ini Bung Karno punya yang kami ambil," ujar Megawati.
Hal itu dibandingkannya dengan kondisi investasi di Indonesia. Menurut Megawati, di Indonesia masih terlalu banyak diskusi namun implementasinya urung dapat cepat terlaksana.
"Nah kita diskusi-diskusinya bertahun-tahun, kalau saya ikuti geregetan. Ya itu poco-poco, maju mundur, maju mundur," kata Megawati.
Selain itu, dalam pidatonya Megawati menyindir Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang disebutnya saat ini sudah berbeda dengan amanat konstitusi. Megawati berkata BUMN cenderung mengedepankan bisnis.
"BUMN hanya diperlakukan seperti 'korporasi swasta' yang mengedepankan pendekatan bisnis semata, atau yang sering didengungkan sebagai pendekatan 'business to business'," kata Megawati.
(obs)