"Penyidik KPK melihat ada dugaan jejak-jejak tersangka maupun yang terkait dengan kasus operasi tangkap tangan (OTT) tersangka DWP kemarin," kata Yuyuk saat koferensi pers di KPK, Jakarta, Senin (18/1).
Yuyuk pun mengatakan KPK telah menyita sejumlah dokumen dan barang elektronik dari penggeledahan pada Jumat (15/1) lalu. Ia menegaskan KPK akan mendalami semua temuan tersebut.
Sebelumnya, aksi adu mulut sempat terjadi antara Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dan Penyidik KPK HN Christian jelang penggeledahan ruang kerja Wakil Ketua Komisi V DPR dari Fraksi PKS Yudi Widiana.
Fahri mempermasalahkan adanya Brimob yang dipersenjatai laras panjang jelang penggeledahan. Ia pun meminta agar Brimob meninggalkan gedung DPR sebelum menggeledah. Sementara, penyidik KPK berkeras Brimob harus tetap berada mendampingi penggeledahan.
Brimob berjaga di dua ruangan yang telah digeledah sebelumnya, yakni Anggota Komisi V dari Fraksi PDIP Damayanti Wisnu Putranti dan anggota Komisi V dari Fraksi Partai Golkar Budi Supriyanto.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Brimob berjaga di dua ruangan yang telah digeledah sebelumnya, yakni Anggota Komisi V dari Fraksi PDIP Damayanti Wisnu Putranti dan anggota Komisi V dari Fraksi Partai Golkar Budi Supriyanto.
Ade Komarudin berpendapat apa yang dilakukan Fahri Hamzah adalah bentuk penjagaan terhadap marwah dewan. Menurutnya, prosedur penggeledahan memang harus dijalankan. Namun, seluruh pihak harus menghargai hubungan antarlembaga.
(pit)