Hal terpenting, kata Ade, ialah berdamainya dua kubu berseteru di internal Golkar, yakni Aburizal Bakrie dan Agung Laksono. Golkar yang satu seperti saat Munas Riau 2009, ujar Ade, dapat membuatnya tenang bekerja sebagai Ketua DPR.
"Kalau Partai Golkar bersatu, ringan tugas di DPR, tidak bikin pusing kepala. Karena pusing di partai kan dibawa ke sini (DPR)," ujar Ade Komarudin di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (29/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini, kata Ade, dia bersama seluruh pemimpin fraksi di DPR sepakat mengurangi masa reses agar dapat memaksimalkan fungsi Dewan di bidang legislasi tersebut.
Ade pernah menjadi Ketua Depinas SOKSI periode 2005-2010 dan 2010-2015. SOKSI merupakan organisasi pendiri Partai Golkar. Ade juga telah menjabat sebagai anggota Dewan selama empat periode berturut-turut, sejak 1997. Ade pun ditunjuk Aburizal Bakrie menjadi Ketua Fraksi Golkar periode 2014-2019.
Ade kini menjadi Ketua DPR menggantikan Setya Novanto yang mengundurkan diri usai terjerat perkara etik dugaan pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden dalam perpanjangan kontrak karya PT Freeport Indonesia.
Selain Ade, sejumlah kader dari kepengurusan Aburizal yang disebut-sebut berpotensi menjadi Ketua Umum Golkar adalah Nurdin Halid, Idrus Marham, Aziz Syamsudin, dan Setya Novanto. (agk)