"Sudah ada yang mengajak untuk ke Jakarta bertarung di Pilgub tahun depan, tapi saya bilang jangan dulu. Biarlah saya menyelesaikan pekerjaan sebagai Wali Kota Makassar," ujar Ramdhan Pomanto di Makassar, Minggu (31/1), seperti dilansir Antara.
Dia mengatakan, partai yang mengajaknya adalah salah satu partai besar di Indonesia serta tokoh terkenal juga, tetapi dirinya kembali menegaskan untuk menyelesaikan masa bakti hingga 2019.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Danny menyebut, masih banyak program kemasyarakatan yang ingin dilakukannya. Seperti membuat program Kota Makassar Cinta Anak Yatim, program bapak asuh bagi anak anak tidak mampu dan menyekolahkan semua anak di lorong.
"Makanya setiap kali ulang tahun saya bukannya bahagia. Tapi bersedih karena masih belum bisa berbuat banyak untuk warga Makassar," sebutnya.
Meski begitu, Danny tetap bersyukur karena selama kepemimpinannya, Kota Makassar masih diberikan rasa aman. Tidak seperti kota besar lainnya yang tertimpa banyak musibah.
"Alhamdulillah, Makassar masih dilindungi oleh Allah SWT. Banyak daerah yang mendapat musibah seperti asap di Riau, bom di Jakarta dan banjir di beberapa daerah. Mari kita doakan Makassar tetap aman dan diberikan perlindungan dari Allah," ujarnya.
Sebelumnya, beberapa pengamat menyebutkan bahwa selain Gubernur Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok, masih banyak kepala daerah berprestasi dari luar Jakarta yang bisa memimpin Jakarta.
Beberapa di antaranya, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Untuk Sulawesi Selatan ada Wali Kota Makassar Danny Pomanto dan Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah. (rdk)