Keduanya hadir sebagai saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta dalam waktu yang berbeda. Ahok, sapaan Basuki, memberikan kesaksian kemarin, Kamis (4/2), sedangkan Lulung bersaksi sepekan sebelumnya yaitu Kamis (28/1).
Lulung di ruang sidang menegaskan dirinya tak mengetahui adanya pengadaan UPS dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2014. Alasannya ketika itu dia disibukkan dengan urusan Pemilu di Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau memang tak dibahas kenapa di nomenklatur ada dan bahkan ada nomor rekening? Artinya yang membahas itu eksekutif, itu perlu dicari," katanya.
Usai menghadiri sidang, Lulung mencecar Ahok. Menurutnya kesaksian gubernur berisi kebohongan belaka. “Bohong semua, dia bilang tak tahu soal UPS tapi kenapa ada di dalam nomenklatur," kata Lulung.
Tak hanya itu, Lulung pun menuding bahwa ada praktik barter program di balik proses pengadaan UPS tersebut. Menurutnya oknum Pemprov DKI dan oknum DPRD DKI saling barter antara UPS dengan Rumah Sakit Sumber Waras.
Serangan Lulung membuat Ahok berang. Ahok bilang semua pernyataan Lulung yang ditujukan ke dirinya sebagai fitnah. Saking kesalnya, Ahok sampai mengeluarkan kata-kata kasar yang ditujukan pada Lulung.
“Dia bodohnya minta ampun. Kalau Sumber Waras dimasukkan dalam rancangan anggaran kenapa UPS tak ada? Harusnya kan masuk kalau barter," kata Ahok hari ini, Jumat (5/2).
Lebih lanjut dia berkata. "Kalau ada barter DPRD dan Pemerintah berarti dia bodoh tak memasukkan itu, logika saja. Itu fitnah yang agak bodoh, kasih tahu itu ke Lulung."