"Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan jajaran Pengurus Harian DPP serta Fraksi akan bertemu langsung dan berdialog langsung dengan netizen," kata Imelda dalam keterangan tertulisnya, Senin (15/2).
Para netizen itu, kata Imelda merupakan pengikut akun facebook dan twitter SBY. Twitter SBY digunakan untuk menyerap aspirasi langsung dari masyarakat yang mendukung atau menolak rencana revisi UU KPK.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Inilah cara Demokrat agar aspirasi masyarakat ini bisa segera diartikulasikan dalam poin-poin sikap yang akan dibawa Fraksi Demokrat di sidang paripurna Kamis depan," kata Imelda.
Saat ini sudah tiga fraksi yang menolak pembahasan lebih lanjut mengenai revisi UU KPK. Mereka adalah Fraksi Partai Gerindra, Fraksi Partai Demokrat, dan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera. Fraksi Partai NasDem nantinya secara prinsip mengikuti sikap pemerintah.
Kamis (11/2) pekan lalu, DPR menunda pelaksanaan rapat paripurna untuk menindaklanjuti hasil panitia kerja harmonisasi revisi UU KPK. Namun, menurut Ketua Badan Legislasi DPR Supratman Andi Agtas mengatakan rapat paripurna dibatalkan, berdasarkan hasil rapat badan musyawarah.
"Hari ini tidak ada paripurna. Kami minta tidak boleh terburu-buru hanya sekadar untuk menyetujui revisi UU KPK," ujar Supratman. Rencananya, rapat paripurna akan dilakukan pada Kamis (18/2) mendatang. (obs)