Setya Novanto mulai memperlihatkan kekuatannya melalu dukungan y ang diberikan Pengurus DPD I dan II Partai Golkar Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk maju sebagai calon ketua umum DPP Golkar pada Musyawarah Nasional.
Wakil Ketua bidang Organisasi Golkar DPD I Nusa Tenggara Timur Nixon Messakh mengatakan ada 23 suara di NTT yang siap mengantar Novanto menuju kursi Ketua Umum Golkar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun hingga kini Novanto belum mendeklarasikan diri atas pencalonan itu.
"Pak Novanto harus fokus untuk mengurus Golkar dan mengembalikan citra partai yang sebelumnya sempat terpuruk akibat konflik internal. Beliau nampaknya menyanggupi," kata dia.
Sementara itu, Ketua DPD II Golkar Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT, Alexander juga menyatakan akan mendukung Novanto untuk menjadi Ketua Umum Golkar di Munas mendatang.
"Kami harap Pak Novanto tidak merangkap jabatan jika terpilih jadi ketua umum. Dukungan kami sudah bulat ke Pak Novanto, kami sudah tandatangan di atas meterai," ujar Alexander.
Munas Golkar akan dilaksanakan tahun ini. Kepanitiaan Munas sendiri akan diputuskan akhir bulan Februari melalui rapat pleno Golkar.
Limpo Galang Kekuatan
Tak beda jauh dengan Setya, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) I Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo pun menghimpun kekuatan menuju kursi Ketua Umum pada Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar.
"Saya akan mengundang seluruh DPD dan DPP Golkar se-Indonesia pada tanggal 25 Februari mendatang di Makassar, saya akan koordinir seluruh kekuatan saya," kata Syahrul usai menerima dukungan untuk maju sebagai Ketua Umum Golkar dari DPD II Golkar Kabupaten Sidenreng Rappang di Sidrap, Sulawesi Selatan, Kamis kemarin.
Pertemuan tersebut, kata Syahrul, akan menjadi ajang untuk mengonsolidasi seluruh kekuatan dukungan se-Indonesia.
"Berapa hari yang akan datang, saya belum tahu, kita lihat nanti," ujarnya.
Selain pertemuan tersebut, Syahrul juga akan menggalang dukungan dengan mengunjungi Lampung, Pekan Baru, Bali, Palembang, Maluku dan Papua.
"Saya diundang ke sana," imbuhnya.
Main Uang
Jelang pemilihan ketua umum, internal Partai Golkar memanas. Isu sawer duit mulai beredar terkait pemilihan ketum baru yang akan digelar dalam waktu dekat.
Sekjen Golkar hasil Munas Riau, Idrus Marham menyebut persaingan bakal calon ketum harus dilakukan secara sehat. Pertarungan para bakal calon harus mengedepankan kemampuan bukan unjuk kekuatan uang sebagai modal meraih dukungan.
"Kalau sudah main duit miliaran itu sudah bahaya," ujar Idrus Marham saat dihubungi, kemarin.
"Kalau uang transport nggak apa-apa. Kalau miliaran itu bukan sawer lagi. Kalau ada duit jangan untuk syarat pemenangan," sambungnya. (pit)