Persetujuan itu didapat setelah Wakil Ketua Umum PPP Emron Pangkapi beberapa waktu lalu menemui Suryadharma di Rutan Guntur, Jakarta Selatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suryadharma, kata Romi juga meminta keterlibatannya dalam proses kepanitiaan Muktamar Islah. Menurutnya, pernyataan Suryadarma itu sudah sesuai dengan keputusan Menkumham yang menuliskan kalau pelaksanaan Muktamar Islah harus rekonsiliatif, demokrtaif dan berkeadilan.
Romi menilai, adalah tidak tepat apabila Mukernas ke-IV PPP dikatakan tidak berizin. Namun dia mengakui jika kedua kubu di partai berlambang Kakbah itu masih harus menjalin komunikasi secara intensif untuk membahas pelaksanaan Muktamar Islah.
"Bahwa kita masih harus menyusun kepantiaan ini bersama, ya, bahwa kita akan meletakan secara proporsional dan berimbang terhadap anggota-anggota yang masih berbeda pendapat, ya, tetapi tidak berarti proses konstitusional dan organisatoris yang sedang berjalan ini kemudian terhenti atau tersandera," tegas Romi.
Romi juga mengungkapkan sampai tadi siang, dirinya masih melakukan komunikasi dengan Sekjen PPP kubu Djan Faridz Dimyati Natakusumah. Menurutnya, tidak ada lagi Muktamar Surabaya ataupun Jakarta yang ada hanya Muktamar Bandung.
"Di mana hampir seluruh anggota DPR, kecuali yang bertugas, terlihat hadir. Dan kita lihat yang selama ini, katakanlah KH Maimun Zubair berada di tengah, saat ini berkumpul bersama, meski diwakili putranya karena usia dan kesehatan," tutup Romi.
(ard)