Masalah lawan bertarungnya di ring pemilihan pun menjadi alasan dari penilaian Toto tersebut. Ridwan Kamil diperkirakan akan bertarung dengan incumbent Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bila mencalonkan diri menjadi Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022.
"Dia tidak akan menghadapi incumbent (seperti Ahok) kalau di Jawa Barat. Ketika di Jawa Barat, sama dengan akhir masa jabatannya di Bandung. Jadi tidak perlu meninggalkan amanahnya. Kalau di Jakarta, dia akan kehilangan yang di Bandung," ujar Yunarto Wijaya saat dihubungi CNN Indonesia, Kamis (25/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Make sense dong seorang Emil berpikir peluang-peluang apa yang bisa didapat, seorang menteri, Gubernur DKI Jakarta, Gubernur Jabar, mungkin dong yang realistis sampai yang high call," katanya.
Kamis siang hari ini, Emil mendatangi Balai Kota DKI Jakarta untuk membicarakan masalah kedinasan dan politik bersama Basuki dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Usai pertemuan itu, Emil mengungkapkan, keputusan akhir tentang jadi atau tidaknya dia ikut dalam Pilgub DKI 2017 disampaikan pekan depan.
Melihat hal tersebut, Toto menilai itu merupakan sinyalemen bahwa Emil tidak akan maju pada Pilgub DKI Jakarta 2017. "Itu sinyalemen tidak akan maju. Ketika kalah, dia akan kehilangan segalanya secara politik," tuturnya. (rdk)