Jika Partai Persatuan Pembangunan tetap bersikukuh mendukung atau mencalonkan Ahok, sapaan Basuki, Lulung mengancam akan mundur dari jabatannya sebagai ketua dewan pimpinan wilayah sekaligus keluar dari partai berlambang kakbah itu.
"Kalau PPP mendukung Ahok, saya lebih baik mundur. Pokoknya (siapapun) selain Ahok lah," kata Lulung," ujarnya di Jakarta, Kamis (3/3) kemarin.
Sebagai catatan, hubungan Lulung dan Ahok dalam beberapa tahun terakhir memang kerap diwarnai silang pendapat. Yang terbaru, keduanya berseteru mengenai dua kasus dugaan korupsi, terkait pengadaan alat penyimpan listrik cadangan (uninterruptible power supply) dan pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia adalah tokoh representatif di segala kehidupan, dia negarawan dan juga pernah dicalonkan menjadi presiden Indonesia," tutur Lulung.
"Jadi soal cagub DKI Jakarta semuanya masih cair," ucapnya kepada CNNIndonesia.com, Jumat (4/3).
Arsul mengatakan, dalam mempertimbangkan cagub yang akan mereka dukung, PPP tidak akan memasukkan ancaman mundur dari siapapun, termasuk pengurus partai, sebagai faktor penentu.
Ia berujar, partainya akan mempertimbangkan berbagai masukan secara objektif.
"Ada yang senang Ridwan Kamil, Bu Risma, Sandiaga Uno. Ada juga yang menyebut Yusril dan Adhyaksa. Tapi saya malah belum dengar ada yang mengusulkan Ahok," katanya. (abm)