Ahok menegaskan, ia tidak mau membayar mahar kepada partai politik agar dapat kembali terpilih menjadi orang nomor satu di Jakarta.
"Partai tidak minta mahar pun, saya tidak ada uang. Kalau kampanye massal kan harus kasih makan, kaos atau sediakan mobil. Nggak sanggup saya," ujarnya di Balai Kota Jakarta, Kamis (10/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan bupati Belitung Timur itu berkata, untuk mendapatkan uang sebesar itu sebenarnya bukanlah hal yang sulit baginya. Ahok menuturkan, sebagai gubernur ia bisa saja meminta uang kepada para pengusaha.
"Daripada saya disumbang Rp200 miliar tapi nggak berhasil, lebih baik mereka menyumbang untuk orang Jakarta. Nyumbang bus atau apalah, saya nggak jadi gubernur pun, orang Jakarta dapat menikmat," tuturnya.
"Kalau partai yang mendukung seperti Nasdem, ya saya terima. Sejauh ini oke, geraknya ke posko, saya juga sudah di kasih tau nggak keluar duit,"ucapnya.
Ahok pun telah memutuskan untuk maju dengan dukungan Teman Ahok. Perkumpulan itu berencana memverifikasi ulang jumlah warga Jakarta yang telah menyerahkan fotokopi kartu tanda penduduk mereka sebagai bentuk dukungan untuk Ahok. (abm)