"Ini menjadi momentum yang baik, kalau belum diputuskan, belum ditetapkan, tidak etis dideklarasikan. Untuk itu berikrar," kata Misbakhun dalam konferensi pers di Yogyakarta, Jumat (11/3).
Misbakhun mengatakan, ikrar dilakukan sebagai langkah penyikapan politik atas suara dari kader di berbagai daerah, yang mendukung Ade untuk maju memimpin Golkar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ikrar ini lah yang menjadi momentum politik," ujar Misbakhun.
Kader Golkar dari Cilegon Jawa Barat, Iman Haryadi menegaskan, ikrar sebagai bentuk menjaga etika dan menyalurkan aspirasi dari kader di daerah agar Ade bisa diusung maju menjadi ketua umum.
"Ikrar sebagai bentuk aspirasi semua daerah agar Ade bisa didorong menjadi ketum. Ikrar dalam konteks menjaga etika politik," kata Iman.
Total undangan yang akan hadir dalam acara ini, sekitar 1.500 orang dari seluruh Indonesia di Alun-alun utara Yogyakarta. Acara difokuskan pembacaan ikrar oleh Ade Komarudin.
Sebelumnya, Ade mengatakan, ikrar di Yogyakarta sebagai tanda kesiapan dirinya untuk mencalonkan diri menjadi bakal calon ketua umum Partai Golkar.
Meski Ade menyanggah ikrar sebagai bentuk deklarasi, dia menyatakan langkahnya untuk mengikrarkan diri telah mendapat restu dari 23 DPD Golkar tingkat I. Ke-23 DPD I itu, ujar Ade, sudah mendukung dirinya untuk maju memimpin Golkar. (pit/pit)