Sebuah formula mengemuka dan saling topang yang menjadikan komunitas Teman Ahok layak diperhitungkan partai-partai pengusung di Pilkada 2017 untuk menjadi Gubernur Jakarta. Ada komunitas rentang usia 19-25 tahun yang menjadi sumber daya manusia, dukungan finansial dan jaringan pengetahuan.
Dukungan finansial Teman Ahok diakui langsung diberikan oleh Hasan Hasbi, Chief Executife Officer Cyrus Network, dan jaringan pengetahuan disokong langsung oleh orang-orang yang terkait dengan lingkaran Cyrus Network itu sendiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Set up nya memang bang Hasan yang bantu dari teman-temannya, kami ga tutup-tutup itu. Kalau ditutup pun sudah jelas kantor Cyrus di sebelah kantor Teman Ahok."
Hasan, jelas Amalia, bisa jadi selain disebut donatur juga merupakan perantara bagi para penyuntik dana bagi Teman Ahok. Namun, Amalia menegaskan, pihaknya tidak bisa membuka langsung siapa-siapa saja, tanpa sepengetahuan Hasan, dengan alasan etika.
"Tanya langsung ke bang Hasan. Ia sudah konfirmasi itu sumbangan bukan atas nama lembaga. Tapi bang Hasan bantu untuk itu, karena sebagian besar relawan itu adalah relawan Jakarta Baru yang dulu mengusung Jokowi dan Ahok."
Sementara itu Hasan mengakui apa yang disampaikan Amalia, ia nmenjelaskan bahwa dirinyalah yang menyediakan markas Teman Ahok itu. Markas itu terletak di Graha Pejaten IV Nomor 3, Jakarta Selatan, alias mepet dengan rumah Hasan Nasbi.
Hasan sudah lama menempati rumah di Graha Pejaten sebagai hunian, sejak 2011 saat DKI dipimpin Gubernur Fauzi Bowo. Saat itu, perumahan Graha Pejaten banyak diisi perkantoran.
"Waktu Pilpres 2014, saya sewa satu bangunan lagi untuk gudang logistik. Tapi pengelola minta sewanya dua tahun. Ya sudah, sehabis Pilpres itu bangunan tak terpakai," kata Hasan. (pit)