Pernyataan Irma itu merupakan tanggapannya atas komentar Dhani baru-baru ini. Dhani diberitakan menyebut sejumlah partai politik pendukung Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memiliki niat tersembunyi di balik dukungan mereka untuk gubernur petahana itu.
"Dhani itu urus musik saja. Enggak usah cawe-cawe di politik. Belajar dulu, tidak semua partai politik itu gunakan politik praktis, harus tahu juga politik etis," ucap Irma melalui sambungan telepon, Rabu (23/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lucu saja kalau ada yang dukung dia di politik. Kalau di musik dia memang jago. Tapi tidak untuk jadi pemimpin masyarakat, dia belum bijak dalam berbicara dan bertindak," tuturnya.
"Kami tidak mau konyol karena mendukung calon yang rendah di kualitas dan jeblok pula di elektabilitas," ujar Dadang.
"Kalau untuk menjadi pimpinan daerah, Dhani masih butuh proses panjang. Kalau menjadi pimpinan di komunitas artis, dia memang memadai," ucapnya.
"Partai yang ikut menjaring Ahok adalah penjilat. Dia sudah pasti kuat kok, ngapain lagi dijaring-jaring. Karena pendukung Ahok apolitis, maka saya suka ganggu mereka, termasuk partai penjilat itu," ucapnya Senin lalu.
Dhani menilai, hanya akan ada dua partai politik yang tidak akan pengusung Ahok pada pilkada tahun depan. "Partai yang tidak mungkin bergabung dengan Ahok adalah Gerindra dan PPP," ujarnya. (abm)