"Namanya politik kan ada kejutan. Politik ada dinamikanya," ujar Hasto di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (30/3).
Dia menuturkan, PDIP bakal mencalonkan orang yang mampu mengelola pemerintahan dan memberi jawaban dari masalah masyarakat DKI. Orang tersebut juga mampu bertindak dan menjadi kebanggaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Calonnya nanti saja. Kami persiapkan," kata dia.
Soal Ahok, dia menyatakan, menghormati pilihan apabila tetap maju melalui jalur independen. Hasto menekankan partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri ini hanya akan mencalonkan orang yang mau menempuh jalur kepartaian bersama PDIP.
"PDIP percaya, di dalam mengelola pemerintahan diperlukan kerja sam dengan legislatif dan dukungan partai politik agar pemerintahan stabil," tuturnya.
Senada, Sekretaris DPD DKI PDIP Prasetyo Edi Marsudi menuturkan, belum ada sikap resmi terkait dukungan kepada Ahok. Rencananya, Fraksi PDIP DPRD DKI bakal rapat terkait Pilgub pada 1 April.
PDIP merupakan satu-satunya partai yang bisa mencalonkan gubernur DKI tanpa berkoalisi. PDIP memiliki 28 kursi di DPRD DKI.
"Agendanya pemantapan dan konsolidasi," kata Pras.
Sementara itu, Megawati sama sekali tidak berkomentar soal Pilgub DKI. Dia meninggalkan Gedung JCC bersama Hasto dan Djarot dengan menggunakan mobil yang sama. (bag)