Yusril berkata, ia dan partai berlambang banteng tersebut memiliki pandangan yang sama tentang kompetensi dan sikap politik yang harus dimiliki seorang calon gubernur Jakarta.
"Keliatannya (saya) sudah digadang-gadang untuk jadi orang pertama," ucap Yusril di kantor Dewan Pimpinan Pusat PDIP, Jakarta, Kamis (7/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal tersebut, kata Yusril, terbukti saat Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menjabat sebagai presiden pada periode 2001 hingga 2004.
Yusril mengklaim, internal PDIP sedang mempertimbangkan bakal calon wakil gubernur yang akan mendampinginya.
"Sedang intensif dibahas, mudah-mudahan arahnya ke sana. Andai PDIP memutuskan saya untuk dipasangkan dengan Pak Boy, syukur alhamdulillah," tutur Yusril.
Menurut Yusril, pencalonannya dengan Boy dapat menjadi contoh positif bagi perpolitikan Indonesia. Yusril berkata, ia dan Boy merupakan gabungan dua kekuatan politik besar.
"Kesempatan itu akan meyatukan dua kekuatan besar di Indonesia, yaitu nasionalis dan Islam. Saya pikir itu sangat baik bagi bangsa ini," ujar Yusril.