Menurutnya, pemerintahan SBY maju karena menerima kritik anggota DPR dan menjadikannya pertimbangan pengambilan keputusan.
"Beliau (SBY) berkali-kali katakan teruskan dinda, teruskan dinda," kata Fahri di Gedung DPR RI, Selasa (19/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fahri mengatakan, telah lama membuat janji bertemu SBY namun belum terealisasikan. "Mumpung ada pak Syarief, saya mau ngobrol," ucapnya.
Mantan aktivis 1998 ini menilai, kritik merupakan salah satu cara anggota DPR menyampaikan aspirasi rakyat kepada pemerintah.
"Justru kalau anggota dewan diam, itu berarti ada masalah," ucapnya.
Sebelumnya, Fahri Hamzah dipecat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) karena kritikannya kepada Pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla dianggap terlalu kontroversial.
Salah satunya, Fahri ingin membubarkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Lebih baik KPK dibubarkan. Karena saya tidak percaya dengan adanya institusi superbody dalam demokrasi," kata Fahri, 4 November 2015.
Fahri mengusir penyidik KPK di DPR. "Di sini tidak boleh bawa laras panjang. Mas Brimob tolong keluar. Saya bertanggungjawab sama Kapolri," ucap Fahri, Rabu (14/1). (bag)