Kalla menyebut dana kontribusi itu dengan istilah mahar. Menurutnya, mahar hanya akan memunculkan calon pemimpin Partai Golkar dari kalangan berduit.
"Janganlah nanti caketum itu hanya orang yang mampu," ucapnya di Jakarta, Kamis (21/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kalla menegaskan, semua kader Partai Golkar berhak berpartisipasi pada pemilihan ketua umum yang rencananya akan dimulai 25 Mei mendatang.
Ketua Panitia Pengarah atau Steering Committee Munaslub Golkar, Nurdin Halid, berkata setiap calon ketua umum yang lolos verifikasi wajib membayar dana kontribusi.
Nurdin mengatakan, panitia akan menggunakan dana tersebut untuk membiayai penyelenggaraan munaslub. Ia beralasan, ongkos munaslub ditanggung secara gotong royong antara calon ketua umum, panitia dan dewan pimpinan pusat (DPP).
Ketua Panitia Penyelenggara Munaslub Partai Golkar, Theo Sambuaga memaparkan, usulan dana kontribusi baru akan dibahas pada rapat pleno DPP yang rencananya digelar pekan depan.
"Ada usul agar diadakan kontribusi dari setiap caketum, tapi belum diputuskan. Semuanya akan diputuskan pada rapat pleno DPP," tuturnya.