"Istana kan lembaga negara, bukan pihak istana. Mungkin juga individu," ujar Roem saat dihubungi, Senin (9/5).
Dia berpendapat dukungan atau perhatian pemerintah jelang Munaslub dikarenakan Partai Golkar merupakan aset bangsa. Partai ini terus berada di pemerintahan sejak orde baru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Roem enggan menanggapi soal itu. Dia mengatakan, tidak mengetahui apabila ada pertemuan Setya dan tim bersama Luhut, termasuk soal dukungan politikus senior Golkar itu kepada Setya di Munaslub mendatang.
Klaim Sepihak
Anggota tim sukses calon ketua umum Partai Golkar Ade Komarudin, Bambang Soesatyo, mengatakan isu dukungan pemerintah kepada Setya Novanto hanya klaim pendukung saingannya jelang Munaslub.
"Soal isu Luhut bilang presiden dukung Setya Novanto itu tidak benar dan ngawur," ujar Bambang melalui keterangan tertulisnya, Senin (9/5).
"Lagi-lagi nama presiden dijual seperti kasus papa minta saham. Kok enggak kapok-kapok jual nama presiden?" kata Bendahara Umum Golkar ini.
Setya sebelumnya diduga mencatut nama Jokowi dalam pembahasan perpanjangan kontrak karya PT Freeport Indonesia. Hal ini menyebabkan Setya diperiksa Kejaksaan Agung karena diduga bermufakat jahat.
Namun perkara yang diselidiki sejak November 2015 ini diendapkan karena kejaksaan kerap menemukan kendala dalam penyelidikan. Salah satunya adalah memeriksa pengusaha Riza Chalid. (pit)