"Mereka pasti ingin dealnya tertutup. Kalau bisa dealnya jangan dibicarakan. Itu sudah sangat rahasia, itu soal nyawa yang halus sekali," kata Fahri di Gedung DPR, Jakarta, Senin (9/5).
Kelompok Abu Sayyaf menyandera 14 anak buah kapal (ABK) asal Indonesia di perairan Filipina. 10 sandera telah dibebaskan pada Minggu (1/5). Mereka tiba di Bandar Udara Halim Perdanakusuma sekitar pukul 23.30 WIB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Peemerintah ambil inisiatif. Kerjakan baik-baik tunjukan ada kesungguhan untuk menyelesaikan masalah," ucapnya.
Terkait sejumlah pihak yang mengklaim terlibat membebaskan para sandera, Fahri meminta pemerintah berterima kasih. Hal itu untuk menghindari timbulnya polemik baru.
"Jadi mau yang bebaskan perusahaan, yayasan, perseorangan, swasta, pemerintah harus besyukur. Saya kira harus ada inisiatif untuk bersatu. Biar orang juga melihat bangsa ini bersatu," tuturnya.
Sebelumnya, Tim Komunikasi Surya Paloh mengklaim berjasa membebaskan 10 WNI sanderaan Abu Sayyaf. Staf Khusus Surya Paloh bidang komunikasi Charles Meikyansah menjelaskan usaha dan proses pembebasan dilakukan timnya sejak 4 April lalu.
Tim Kemanusiaan Surya Paloh merupakan gabungan dari Yayasan Sukma, kelompok Media Group dan Fraksi Partai NasDem DPR. Yayasan Sukma merupakan lembaga kemanusiaan pimpinan Ahmad Baidowi dan Samsul Rizall Panggabean. Sedangkan Fraksi Partai Nasdem DPR diwakili oleh Victor Laiskodat dan Supiadin. (pit)