"Sudah dimuat. Ya benar (Ade Komarudin). Dia datang langsung," kata Fadel saat dihubungi, Rabu (11/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Belum ada bukti kalau dia memberikan (transaksi). Kami akan sidangkan hari Kamis," kata Fadel.
"Kalau seandainya orang lagi di mana lalu bertemu seseorang secara tiba-tiba kenapa harus dikenakan sanksi," kata Firman.
Firman juga menemukan perlakuan berbeda yang ditujukan komite etik terhadap salah satu caketum yang disebut menyelenggarakan turnamen golf dan melakukan pertemuan dengan DPD II se-Indonesia, namun tidak ditindaklanjuti oleh komite etik.
Sementara, anggota tim sukses Ade Komarudin lainnya, Bambang Soesatyo membantah pertemuan itu. Dia berkata, tuduhan tersebut merupakan fitnah tanpa bukti. Sehingga, kata dia, tim hukum Ade, mempertimbangkan untuk mengambil langkah hukum atas tuduhan ini.
"Kalau ada pihak yang menuding ada suap tanpa bukti, saat ini juga akan kami laporkan ke penegak hukum. Termasuk tim etik," kata Bambang melalui pesan singkatnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komite Etik Lawrence Siburian berkata timnya mendapati seorang caketum Golkar bertemu dengan pengurus DPD tingkat I Kalimantan Barat, di sebuah hotel di Jakarta, Selasa (10/5) kemarin.
Namun, Lawrence enggan mengungkap caketum tersebut. Dia berkata, institusinya juga masih menelusuri ada tidaknya politik transaksional atau tidak. (utd)