Ketujuh bakal caketum itu adalah Ade Komarudin, Airlangga Hartarto, Priyo Budi Santoso, Mahyudin, Aziz Syamsudin, Indra Bambang Utoyo, dan Syahrul Yasin Limpo.
Airlangga menuturkan, pertemuan tersebut sengaja digelar untuk mengumpulkan pemilik suara. Merujuk aturan yang disampaikan komite etik, ia berkata, pertemuan itu terlarang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia bersama enam bakal caketum lain, bersepakat untuk mengawal proses Munaslub sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan.
"Sebenarnya biasa tapi mengejutkan, dan terjadi di saat aturan main sudah disiapkan," kata Priyo.
Serupa, Mahyudin mendesak seluruh bakal caketum Golkar mengikuti peraturan yang sudah ditetapkan. "Harus kembali ke aturan," kata dia.
Bantahan Tim Setya
Nurul Arifin, anggota Tim Sukses bakal caketum Setya Novanto, membantah pertemuan itu digagas oleh kelompoknya.
"Tak ada pertemuan dengan DPD secara tertutup. Saya pastikan tidak ada," ujarnya.
Menurut Nurul, tidak hanya Setya Novanto, semua bakal caketum lain juga berkomunikasi dengan anggota Dewan Pimpinan Daerah. Nurul turut membantah penggiringan pemilik suara ke tujuan tertentu.
Lihat juga:Wacana Aklamasi Mencuat di Munaslub Golkar |
"Kami siap ikuti aturan, siap menjalankan pemilihan dengan sistem apapun, kami siap. Kami tidak memilih salah satu, dan menyerahkan ke forum terbanyak," ucap Nurul. (abm)