Anggota Tim Formatur Roem Kono mengatakan, susunan kepengurusan yang beredar tersebut belum final alias masih dapat berubah. "Yang beredar itu benar, tetapi belum seluruhnya," kata Roem di Jakarta, kemarin.
Salah satu nama calon pengurus Golkar yang pernah terjerat kasus dalam daftar itu adalah mantan anggota DPR Yahya Zaini. Dia tercatat pernah tersangkut kasus video mesum dengan seorang penyanyi dangdut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia (Yahya Zaini) punya waktu mengurus partai. Jadi wajar saja memilih dia. Insya Allah (citra partai) tidak akan terganggu," ujar Roem.
Semua calon ketua umum yang bertarung dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa, tegas Roem, akan masuk ke dalam kepengurusan Golkar.
Dalam daftar yang beredar itu, Aziz Syamsudin, Airlangga Hartarto, dan Indra Bambang Utoyo diproyeksikan menduduki posisi Ketua Dewan Pimpinan Pusat Golkar.
Kepengurusan yang dipimpin Setya Novanto dan Idrus Marham itu akan berlaku 2016-2019. Susunan kepengurusan, kata Setya, akan diselesaikan dalam dua hari dan disebut bakal menjadi bentuk rekonsiliasi Partai Golkar.
"Semua ditampung mulai pusat sampai daerah, sesuai janji saya," kata Setya.