Peluang untuk kembali berkoalisi terbuka saat PDI Perjuangan dan Gerindra menggelar pertemuan tertutup hari ini (26/5) di Kantor Dewan Pimpinan Daerah PDI Perjuangan Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengakui Gerindra dan PDI Perjuangan memiliki pemahaman sama terkait peran parpol dalam membangun sistem di pemerintahan.
"Kami ingin kuatkan kepartaian dan ingin pemimpin yang pro rakyat dan beradab," ujar Taufik.
Sementara itu pelaksana tugas Ketua DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta Bambang Dwi Hartono mengatakan, bukan hanya 2012, pada Pilkada 2015 koalisi dua partai berhasil menang di 36 daerah.
Diakuinya pada Pilpres 2014 hubungan PDI Perjuangan dengan Gerindra sempat renggang karena mengusung calon yang berbeda. PDI Perjuangan mengusung Joko Widodo, sementara Gerindra mengusung Prabowo Subianto.
Namun perbedaan tahun 2014 itu dinilai Bambang tak berpengaruh di daerah. "Jadi memang di daerah itu kami mesra," kata Bambang.
Taufik menimpali, jika PDI Perjuangan dan Gerindra kembali berkoalisi di DKI Jakarta, maka ia yakin bakal diraih kemenangan yang ke-37 dalam pilkada.
"Insya Allah ke-37 itu Gerindra dan PDI Perjuangan menang (di Pilkada DKI), peluangnya besar," kata Taufik. (sur)