Hal tersebut disampaikan Juru bicara Partai Golkar Nurul Arifin saat menyebutkan total pengurus berjumlah 200 orang lebih atau melebihi mandat hasil Musyawarah Nasional Luar Biasa.
"Jumlahnya melebihi mandat hasil munaslub. Tadinya mau 117 pengurus tapi tidak mungkin karena kepengurusan ini kan rekonsiliatif jadi harus mengakomodasi semua pihak, termasuk seluruh kandidat ketua umum dalam munaslub, sehingga kepengurusan agak gemuk menjadi 200 lebih," ujar Nurul di Jakarta, Senin (30/5), seperti dilansir dari Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, dari nama-nama yang bakal diumumkan seluruhnya sudah mengakomodasi seluruh faksi yang sempat terpecah di internal Golkar. Beberapa di antaranya dimasukkan dalam jajaran dewan pembina, dewan pakar, dan dewan penasihat.
Lebih jauh Nurul menyampaikan seluruh nama yang menjadi pengurus tidak memiliki masalah secara hukum. Tim formatur sudah menyusun mengacu berdasarkan perundang-undangan dan AD/ART partai.
"Intinya jika seseorang sudah selesai di pengadilan maka dia sudah clear dan bisa menjadi pengurus. Ini kesempatan kedua bagi mereka," ujar dia.
(obs)