"Bagus dong," kata Ahok ketika keluar dari ruangan kerjanya sambil terburu-buru memasuki mobil dinasnya di Balai Kota Jakarta, Senin (6/6).
Ahok menyatakan, dia tidak akan berpasangan dengan Djarot pada Pilkada DKI Jakarta tahun 2017. Ahok beralasan, ia sudah mengambil keputusan untuk tetap berada di jalur independen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Teman Ahok, hingga 29 Mei lalu, telah mengumpulkan KTP dukungan untuk Ahok sebanyak 900.282 lembar. Ahok menargetkan mereka mengumpulkan satu juta KTP, meski syarat minimal KTP hanya 750 ribu.
Charles mengatakan, berdasarkan jajak pendapat, pasangan Ahok dan Djarot masih disukai publik. Pada suatu survei, kata dia, tingkat kepuasan masyarakat Jakarta terhadap pasangan itu mendapatkan 82,8 persen.
Menurut Charles, angka itu lebih tinggi dibandingkan angka yang pernah didapatkan pasangan Jokowi-Ahok. "Bahkan survei juga mengatakan, apabila dipasangkan maka pasangan Ahok-Djarot ini memiliki elektabilitas tertinggi. Jadi ya wajar-wajar saja," ujar Charles.
PDI Perjuangan merupakan pemegang kursi mayoritas di DPRD DKI Jakarta dengan 28 kursi. Jumlah minimal kursi untuk mengusung pasangan calon ada 22 kursi. Jumlah kursi PDI Perjuangan tersebut memungkinan partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu mengusung pasangan calon tanpa berkoalisi. (abm)