Ahok, sapaan Basuki, meminta ketiga partai tersebut untuk berunding dengan relawan Teman Ahok untuk menentukan jalur yang akan dipilih, antara partai politik atau perseorangan.
"Makanya saya bilang, tiga partai pendukung ini sekarang tunggu Teman Ahok dapat satu juta (KTP) ya kalian berembuk lah," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Rabu (15/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahok menyerahkan dan menerima keputusan jalur yang diambil kepada Teman Ahok.
Lihat juga:Ahok Minta Relawan 'Teman Ahok' Rasional |
"Kami mau jual tiket, jadi agak beda dengan pola partai. Nah, partai sih mau mendukung Teman Ahok yang kampanye," tutur Ahok.
Sebelumnya, Ahok dengan lantang dan mantap berkata akan maju lewat jalur independen lantaran tidak ingin mengecewakan Teman Ahok yang sudah bersusah payah mengumpulkan KTP sebagai syarat maju calon perseorangan.
Namun banyaknya partai politik yang mendekat untuk mendukung membuat Ahok bimbang. Pasalnya, jika kekuatan politik tiga partai tersebut digabung, Ahok dapat maju lewat jalur partai karena sudah melebihi syarat yaitu 22 kursi di DPRD DKI Jakarta. Ahok tidak perlu melakukan verifikasi faktual calon pendukung yang berpotensi gagal pada calon perseorangan.
Untuk diketahui, saat ini NasDem memiliki 5 kursi, Hanura dengan 10 kursi, dan Golkar mempunyai 9 kursi, total kursi yang dimiliki tiga partai ini adalah 24 kursi.