Kehadiran itu menurut Ahok merupakan bentuk rasa terima kasih dan penghargaannya atas orang-orang yang selama ini mendukung dirinya untuk bisa maju menjadi calon Gubernur DKI Jakarta pada Pilkada mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan pantauan pada situs www.temanahok.com, sejauh ini telah terkumpul sekitar 966 ribu lebih KTP masyarakat DKI Jakarta untuk Ahok. Berarti kurang 3.000 KTP warga DKI Jakarta untuk mencapai angka 1 juta.
"Setelah 1 tahun + 2 hari akhirnya terkumpul KTP #SejutaTemanAhok, kami tunggu teman-teman besok kita hitung bersama," demikian pernyataan akun twitter resmi Teman Ahok kemarin.
Meski telah mencapai satu juta, atau melampaui syarat dukungan untuk calon perorangan, tidak serta merta Ahok bisa melenggang maju jadi salah satu calon gubernur DKI Jakarta. Berdasarkan aturan, syarat dukungan ini harus diverifikasi secara faktual dulu oleh Komisi Pemilihan Umum.
Selain jalur perorangan, Ahok kini mulai bicara jalur partai politik. NasDem, Hanura dan Golkar adalah partai yang sudah mendukungnya. Jumlah kursi tiga partai ini di DPRD Jakarta 24 kursi, di atas jumlah minimal persyarataan untuk mengusung calon gubernur yakni 22 kursi.
Menurut Ahok, jalur perorangan dan partai politik sama baiknya. Yang penting, kata dia, harus satu visi dan misi dalam membangun Jakarta. (sur)