"Saya menyatakan kesiapan saya untuk memulai proses politik dalam rangka menjalankan misi membangun Jakarta yang lebih baik, lebih beradab, dan tentunya lebih maju," ujar Sjafrie di Jakarta, Selasa (5/7).
Purnawirawan TNI Angkatan Darat berbintang tiga itu menuturkan, selama empat bulan terakhir ia mencermati perkembangan politik terkait pemilihan pasangan kepala daerah di Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya baru menyatakan kesiapan pribadi. Itu bukan awal dan ujung karena keputusan ada di parpol," ucapnya.
Lihat juga:Ahok Tak Gentar Hadapi Sjafrie Sjamsoeddin |
Sjafrie juga menyebut nama SBY, Ketua Umum Partai Demokrat. "Saya bisa membaca ekspresi dan tanda-tanda yang dia (SBY) sampaikan," ucapnya.
Pengumuman keputusan untuk maju menjadi bakal calon orang nomor satu di DKI Jakarta Sjafrie dihadiri beberapa tokoh politik, antara lain politikus Gerindra Mohamad Taufik dan politikus senior Partai Golkar, Fahmi Idris.
Taufik menuturkan, Sjafrie merupakan satu dari sejumlah bakal calon akan mengikuti penjaringan partainya. Selain Sjafrie, ada sejumlah tokoh lain seperti pengusaha Sandiaga Uno dan politikus Yusril Izha Mahendra.
"Kami menyampaikan ke Dewan Pimpinan Pusat soal Sjafrie, Sandiaga, dan Yusril. Setiap perkembangan kami laporkan. Keputusan partai ditentukan setelah Lebaran," ujarnya.
Karier Sjafrie di TNI berakhir dengan jabatan Kepala Pusat Penerangan. Setelah menjadi warga sipil, ia terpilih menjadi Sekretaris Jenderal dan Wakil Menteri di Kementerian Pertahanan pada era pemerintahan SBY. (abm)