Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan, Archandra harus mempu melakukan reformasi birokrasi di sektor Migas agar proses implementasi seluruh kebijakan yang dilaksanakan oleh ESDM berjalan dengan tepat dan berdampak positif bagi kondisi perekonomian.
"Dari sisi KPK, khususnya pada sumber daya alam, termasuk energi dan energi terbarukan bagaimana dikelola secara efisien, efektif, dan sustainable," ujar Saut dalam pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Rabu (27/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain di ESDM, ia juga menyebut, KPK selalu membuka peluang untuk menjalalin korsup dengan Kementerian lain.
Lebih lanjut, Saut mengibaratkan, reshuffle kabinet sebagai sebuah permainan sepakbola. Ia menyebut, para Menteri baru itu diharapkan dapat menjaga gawangnya agar tidak kebobolan dari berbagai masalah, khususnya korupsi.
"Penataan Kementerian ditujukan agar kecil bobolnya dari sisi korupsi. Percuma kalau tetap kebobolan. Jadi harus lebih baik dari sebelumnya," ujat Saut.
Presiden Joko Widodo merombak 13 Kementerian dalam reshuffel jilid II hari ini (27/7). Sejumlah nama baru masuk dan ada beberapa nama yang bergeser dari pos kementeriannya semula.
Ada empat menteri yang digeser dari posisinya semula yakni Luhut Binsar Pandjaitan yang kini menempati posisi baru sebagai Menteri Koordinator bidang Kemaritiman. Sebelumnya Luhut adalah Menko bidang Politik Hukum dan Keamanan.
Selain empat nama tersebut, Jokowi mendatangkan muka baru ke Kabinet Kerja. Ada sembilan nama baru yang masuk yakni:
Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan: Wiranto
Menteri Keuangan: Sri Mulyani Indrawati
Menteri Desa dan Daerah Tertinggal: Eko Putro Sandjojo
Menteri Perhubungan: Budi Karya Sumadi
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan: Muhadjir Effendi
Menteri Perdagangan: Enggartiasto Lukito
Menteri Perindustrian: Airlangga Hartarto
Menteri Energi Sumber Daya Mineral: Chandra Tahar
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: Asman Abnur (rel)