Wakil Sekretaris Jenderal PKB, Daniel Johan, mengatakan dukungan terhadap Sandiaga masih dibahas pengurus daerah. Dukungan Sandiaga, kata Daniel, juga menunggu terbentuknya koalisi partai.
"Kami juga harus berkomunikasi politik dengan partai koalisi. PKB tidak bisa (mengusung) sendiri," kata Daniel saat dihubungi, Senin (1/8) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua partai itu, kata Daniel, memiliki jaringan akar rumput yang kuat di masyarakat Jakarta. Menurutnya, kerja sama antara PKB dengan dua partai itu akan menyulitkan koalisi partai pendukung Ahok.
Selain itu, Daniel menuturkan, partainya belum menutup pintu untuk mengusung Ahok. Selain Ahok dan Sandiaga, ada pula nama-nama lain seperti Sekretaris DKI Jakarta Syaefullah, musisi Ahmad Dhani dan politikus Yusril Ihza Mahendra.
"Tapi yang menarik, nama Budi Waseso kuat dimunculkan berdasarkan sosialisasi di tingkat bawah," ucapnya.
Pengurus pusat, ujar Daniel, telah meminta PKB DKI Jakarta menjalin komunikasi dengan Buwas. Meski Buwas telah menyatakan tidak bersedia maju dalam Pilkada DKI Jakarta, namun komunikasi itu akan tetap dilakukan.
Lihat juga:Tolak Atau Tergoda "Pesona" Ahok |
"PDIP sedang melakukan komunikasi politik dengan beragam partai. Sabtu kemarin dengan PKS, Selasa dengan PKB dan partai lain akan kami jadwalkan," kata Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPD PDIP DKI Jakarta, Gembong Warsono saat dihubungi.
Menurut Gembong, pembicaraan mengenai persiapan menghadapi pemilihan gubernur DKI Jakarta, namun belum mengerucut pada figur yang akan dicalonkan. Dia menilai, pertemuan ini membuka kemungkinan koalisi atau kerjasama antar partai politik.
Lihat juga:PDIP: Dukungan Risma Maju Pilgub Makin Besar |