"Menurut saya bagus, kami melihat parameternya dari survei," kata Yorrys saat dihubungi, Kamis (4/8).
Isu majunya Risma ke Jakarta, kembali mencuat siang tadi. Saat meresmikan Kampung KB di Sidotopo Jaya, Surabaya, Risma sempat meminta maaf kepada masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Risma dinilai Yorrys punya rekam jejak yang baik. Dengan demikian, kehadiran Risma bisa menambah persaingan pada Pilkada DKI Jakarta. Hasil jajak pendapat sejumlah lembaga menyebut nama Risma memang berpotensi jadi lawan berat Ahok.
Selain itu, Yorrys membantah isu bahwa Ahok akan dipasangkan dengan salah seorang kader Golkar dalam Pilkada nanti. Golkar, kata Yorrys, menyerahkan sepenuhnya keputusan calon wakil gubernur kepada Ahok.
"Jadi Golkar tidak akan mungkin mendampingi Ahok," kata Yorrys.
Risma adalah kader dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Punya tingkat keterpilihan yang tinggi, nama Risma disebut bakal ditugaskan untuk menjadi calon gubernur Jakarta.
Namun sejauh ini, PDI Perjuangan belum memiliki sosok yang akan diusung meski beberapa waktu lalu menggelar seleksi terbuka yang juga diikuti oleh kader dari luar partai.
Baca juga: PDIP Belum Perintahkan Risma Maju ke Jakarta
Padahal partai berlambang banteng ini memiliki 28 kursi di DPRD, atau lebih dari cukup untuk mengusang pasangan calon sendiri.
Soal nama Risma, sejumlah partai menyebut nama Wali Kota Surabaya itu pantas untuk diusung seperti PKS, PAN, dan PPP. (sur)