Ketua DPD Hanura DKI Muhammad Sangaji menjelaskan kesepakatan antara tujuh partai tersebut masih terlalu prematur. Terlebih, koalisi tersebut belum membahas siapa calon yang akan mereka usung nantinya.
"Saya masih ragu dengan pertemuan tujuh partai itu karena masih prematur," kata Sangaji saat ditemui di kantor DPD Gerindra DKI, Rabu (10/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hanura sebenarnya masih menginginkan Gerindra bergabung dengan koalisi pendukung Ahok. Namun, kata Ongen, melihat sejarah antara Gerindra dan Ahok kemungkinan itu sangat kecil.
Lihat juga:PKB: Koalisi Kekeluargaan Masih Belum Final |
"Mau empat atau tiga calon (tetap) Gerindra yang akan menang," ujar Taufik.
Tujuh partai politik yang terdiri dari PDI Perjuangan, Gerindra, Demokrat, PAN, PPP, PKB, dan PKS sepakat berkoalisi di bawah nama Koalisi Kekeluargaan untuk menghadapi Pilkada DKI Jakarta 2017.
Meski demikian, koalisi gemuk tersebut belum menentukan siapa calon yang hendak mereka usung. Pertemuan Senin (8/8) lalu di Menteng, Jakarta Pusat disebut baru membahas kriteria pemimpin Jakarta.
“Kami tidak bicara orang per orang, tapi kriteria seperti apa pemimpin Jakarta yang akan diperjuangkan,” kata Pelaksana Tugas Ketua Dewan Pimpinan Daerah PDIP Jakarta Bambang Dwi Hartono dalam konferensi pers setelah deklarasi Koalisi Kekeluargaan di Menteng, Jakarta Pusat.