Ditemui usai pertemuan, Arcandra mengatakan, melakukan yang terbaik bagi Indonesia tidak perlu menjadi menteri. Menurutnya, masih banyak yang bisa dia bantu di Indonesia.
"Umat terbaik itu apa? Apakah harus jadi menteri? Kan enggak. Selama dia bisa amar ma'ruf nahi mungkar, jalani yang terbaik dan diwajibkan usaha," kata Arcandra di lobi halaman Istana Merdeka, Rabu (17/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengakui, Indonesia terutama pos ESDM masih membutuhkan kemampuan Arcandra.
Berdasarkan pantauan, Arcandra tiba di halaman Istana Merdeka sekira pukul 14.58 WIB sambil membawa secarik kertas. Dia enggan menyebutkan isi kertas yang dibawa.
Sekitar pukul 16.40 WIB, pria berpakaian kemeja batik cokelat ini berjalan meninggalkan Istana Merdeka. Dia enggan berkomentar mengenai pertemuan itu.
Pria yang lama bersekolah di Amerika Serikat ini menyempatkan diri salat di Masjid Istana. Usai salat, dia meninggalkan Istana melalui gerbang Wisma Negara. (gil)