Penentuan pasangan akan menanti proses pemilihan calon di daerah lain karena DKI Jakarta merupakan puncak dari seluruh rangkaian pemilihan kepala daerah. Alasan lain adalah waktu pendaftaran calon yang masih lama, yaitu pada pertengahan September 2016.
"Kami pastikan belum mengambil keputusan karena DKI merupakan puncak setelah kami mengambil keputusan di daerah lain," kata Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat ditemui di kantor DPP PDI Perjuangan, kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Megawati tidak terburu-buru dan memikirkan banyak aspek sebelum mengambil keputusan akhir. Salah satunya adalah kunjungan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ke kantor DPP PDI Perjuangan.
Keputusan untuk saling memahami satu sama lain, termasuk soal proses kelembagaan di PDI Perjuangan, disebut Hasto akan menjadi bagian dari pertimbangan akhir sebelum memutuskan calon.
"Saya kira Mas Hasto, Sekjen (Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto) yang akan mengatur, memilih apakah akan memutuskan Ahok-Djarot atau pasangan yang lain," ujar Ahok.
Ahok mengaku tak menolak jika harus kembali berpasangan dengan Djarot yang juga kader PDI Perjuangan. Dia menyebut sudah sejak dulu ingin berpasangan dengan Djarot, yakni saat hendak mencalonkan diri melalui jalur independen.
Keinginan tersebut terganjal lantaran PDI Perjuangan tidak mengizinkan Djarot maju bersama Ahok melalui jalur independen.
Selain itu, Ahok juga yakin Megawati bakal menunjuk Djarot sebagai pendampingnya dalam Pilkada DKI Jakarta. "Saya enggak bisa tebak. Bu Mega lebih cenderung Ahok-Djarot ya, dia lihat baik hubungan berdua," kata Ahok.