Ahok, sapaan Basuki, menyampaikan hal ini ketika ditanyai apakah dia masih menunggu keputusan dari PDI Perjuangan, lantaran Koalisi Kekeluargaan sudah tak berharap pada partai berlambang benteng moncong putih itu.
"Saya dari dulu sama Ibu Mega. Enggak mungkin ninggalin Ibu Mega," kata Ahok, di Rusunawa Pesakih, Jakarta Barat, Kamis (25/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dewan Pimpimpinan Daerah PDI Perjuangan DKI Jakarta sempat menyatakan masuk dalam koalisi lawan Ahok, yakni Koalisi Kekeluargaan. Namun, keputusan tetap berada di Dewan Pimpinan Pusat. Salah satu anggota Koalisi Kekeluargaan, Partai Gerindra memprediksi PDI Perjuangan tak lagi bergabung dengan Koalisi Kekeluargaan.
Jumlah kursi ini bahkan lebih banyak dari koalisi pendukung Ahok, yakni Partai Hanura, Partai NasDem, dan Partai Golkar. Partai pengusung Ahok hanya mempunyai 24 kursi. Hal ini membuat PDI Perjuangan leluasa dan dapat menentukan arah Pilkada DKI Jakarta.
Dengan alasan PDI Perjuangan memiliki kursi lebih banyak, DPP PDI Perjuanga membuat simulasi Pilkada yang menjadikan Ahok sebagai calon wakil gubernur berpasangan dengan kader PDI Perjuangan.
Namun, beberapa waktu lalu Ahok sempat menyatakan ogah turun jabatan menjadi wakil gubernur. Kemarin, Ahok melunak san berseloroh dengan menyebut dirinya cocok menjadi wagub.
"Memang, gue ini emang cocoknya jadi cawagub kok. Gubernur aslikan masih Jokowi, gue masih wagub. Cuman dipinjemin presiden, jadi gue kayak akting jadi gubernur, gitu," tutur Ahok berseloroh.
(obs)