Dalam data yang dikumpulkan sejak 19 Agustus 2016 hingga 24 Agustus 2016 dengan jumlah responden sebanyak 400 orang, warga Jakarta Utara lebih memilih sosok Tri Rismaharini sebagai Gubernur DKI Jakarta dibandingkan Basuki Tjahaja Purnama.
Jika dipersentasekan, dukungan masyarakat Jakarta Utara terhadap Risma menyentuh angka 65 persen, berbanding jauh dengan dukungan terhadap Ahok yang hanya ada di angka 31,7 persen.
Lihat juga:NasDem Yakin Ahok Tak Terkalahkan di Pilkada |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain penggusuran, satu kejadian lain yang bisa menjadi penyebab hilangnya dukungan terhadap Ahok di Jakarta Utara adalah karena adanya proyek reklamasi di Pantai Utara Jakarta.
Perhatian warga semakin meningkat setelah terkuaknya kasus korupsi di DPRD DKI terkait proyek 17 pulau reklamasi.
Ahok selalu berkukuh bahwa proyek reklamasi di Pantura Jakarta tidak merusak ekosistem dan mengganggu mata pencaharian warga. Namun para nelayan menyebut proyek tersebut semakin menyulitkan mereka menangkap ikan.
Lihat juga:PKB: Penolakan terhadap Ahok Sangat Keras |
Hasil survei Populi Center menyebut sebanyak 62,2 persen warga Jakarta Selatan akan mendukung Ahok, sementara 25,6 persen mendukung Risma.
Wilayah kedua yang memberikan dukungan terbanyak bagi Ahok adalah Jakarta Pusat dengan 60 persen dukungan warga. Sedangkan dukungan terhadap Risma di Jakarta Pusat hanya ada di angka 32,5 persen.
Jakarta Timur dan Jakarta Barat memiliki angka yang berbeda tipis terkait dukungan terhadap Ahok maupun Risma. Di Jakarta Timur, Ahok mendapatkan dukungan sebanyak 49 persen, lebih tinggi dari Risma yang hanya mendapatkan 30 persen dukungan.
Sementara di Jakarta Barat, Risma hanya mendapat 35 persen dukungan sementara Ahok didukung oleh 46 persen warga.