Hal ini memang tidak terlalu mengejutkan. Sejumlah pihak telah memprediksi sejak awal bahwa Budi akan melenggang mulus dalam uji kelayakan dan kepatutan di parlemen.
Sepuluh fraksi partai di parlemen pun menyatakan dukungannya secara bulat sejak surat pencalonan Budi diantarkan Menteri Sekretaris Negara Pratikno ke Pimpinan DPR.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau ini cuma meminta pertimbangan. Intinya kami diminta memberikan pertimbangan," kata Amali di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (7/9).
"Jadi sebelum kami tanya, beliau sudah jelaskan, tentang konflik kawasan, ISIS, Laut China Selatan. Beliau sangat detail menyampaikan sehingga kami melihat beliau sudah tahu apa yang mesti dilakukan," kata dia.
Setali tiga uang, Wakil Ketua Komisi I DPR Tubagus Hasanuddin menuturkan, tidak ada catatan khusus yang diberikan kepada Budi selama menjalani sesi tertutup pada uji kelayakan dan kepatutan.
Namun, Hasanuddin membantah bahwa uji kelayakan dan kepatutan yang digelar hanya bersifat formalitas. Menurutnya, semua yang dilaksanakan sudah sesuai dengan prosedur.
"Tidak formalitas, semua dilalui sesuai prosedur. Formalitas kan omongan Anda," kata Hasanuddin.
Proses uji kelayakan dan kepatutan Budi juga mengundang perhatian di Komisi III DPR. Sejumlah anggota dewan melakukan swafoto dan foto bersama dengan memegang kertas dukungan kepada Budi sebagai Kepala BIN.
Sebab, Budi juga pernah menjalani uji kelayakan dan kepatutan sebagai calon Kapolri di Komisi III dua tahun silam.
"Sekarang sebagai calon Kepala BIN, kami memberikan dukungan moral dan doa. Tidak ada pesan dan motif apa-apa," ujarnya saat diklarifikasi.
Semua yang dijalani Budi pada hari ini tidak semuanya dirasakan Sutiyoso ketika menjalani uji kelayakan dan kepatutan pada akhir Juni tahun lalu.
Sutiyoso harus merasakan duduk selama kurang lebih lima jam untuk mendapat pertimbangan pencalonan dirinya sebagai bos intelijen. Meski, semua fraksi juga secara bulat menilai Sutiyoso layak memimpin BIN.
Lihat juga:Jalan Mulus Budi Gunawan Menuju Ujian di DPR |
Pada akhirnya Sutiyoso dalam waktu dekat akan menyerahkan tampuk kepemimpinan kepada Budi. Rapat paripurna DPR esok hari akan mengesahkan pencalonan Budi. Setelah itu Budi akan dilantik presiden dan resmi menggantikan Sutiyoso.
Setelah menjalani uji kelayakan dan kepatutan, Budi tak lupa berterimakasih kepada Jokowi yang telah memberi kepercayaan kembali kepada dirinya. Ia juga berterimakasih kepada Komisi I DPR yang telah membuka ruang untuk mendengarkan visi dan misinya saat memimpin BIN ke depan.
"Tentunya ucapan terima kasih kepada anggota komisi I DPR karena telah memberikan ruang dan kesempatan bagi saya untuk menyampaikan ide-ide, pemikiran, dan gagasan berupa visi misi program dalam rangka penguatan BIN ke depan," ujar Budi. (obs)