Mardani menyatakan kesiapan itu usai keputusan DPP PKS yang menduetkan dirinya dengan bakal calon gubernur DKI Jakarta dari Partai Gerindra Sandiaga Uno, Kamis malam (8/9).
"Saat ini perintah dari partai sudah turun. Saya taat dan siap mensukseskan amanah ini," ujar Mardani saat dihubungi, Jumat (9/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harus ada keberpihakan dalam kebijakan, anggaran, dan perhatian pada kelompok miskin, sambil pada saat yang sama menggeser DKI jadi kota ramah manusia, dengan mengurangi macet dan memperbanyak taman," ujarnya.
"Sebagai personal yang terdaftar bakal calon gubernur DKI di PDI Perjuangan dan Partai Demokrat, saya tetap optimis serta menunggu keputusan terbaik," ujar Idrus.
Mardani Uji Kelayakan
Partai Gerindra rencananya akan melakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) kepada Mardani Ali Sera pada Sabtu (9/9).
Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohammad Taufik menyatakan, tes itu untuk mengetahui apa yang dapat dilakukan oleh Mardani jika berpasangan dengan Sandiaga.
"Ya, mau kami fit and proper dulu, kemungkinan Sabtu (10/9). Kami koordinasi waktunya dulu. Lebih cepat, lebih bagus," kata Taufik saat dihubungi wartawan, Jumat (9/9).
Pertanyaan dalam tes kepada Mardani akan sama seperti yang ditanyakan pada dua kandidat sebelumnya, Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah dan Deputi Gubernur DKI Jakarta bidang Partiwisata dan Kebudayaan Sylviana Murni.
Menurut Taufik, Gerindra tak mempermasalahkan jumlah calon wakil gubernur yang diajukan dari Koalisi Kekeluargaan.
"Enggak apa-apa, kayak PKB saja ngusulin Pak Saefullah, yang penting didengar dulu, nih, di fit and proper test," tutur Taufik.
Taufik mengatakan, hasil dari fit and proper test itu bakal diumumkan sebelum 15 September. (wis)