Wakil Ketua Umum Demokarat Syarifuddin Hasan mengatakan selama ini Gerindra dan PKS memutuskan sendiri tanpa bicara dengan partai lain. Padahal sebelumnya sepakat dibentuk koalisi kekeluargaan yang terdiri dari tujuh partai. Koalisi ini merupakan gabungan parpol yang memutuskan untuk tidak mengusung Basuki Tjahaja Purnama.
"Mereka (Gerindra dan PKS) memutuskan di antara mereka saja, kami tak terlibat di situ. Padahal kami ingin agar yang diusung itu harus sama-sama," kata Syarif di gedung DPR/MPR RI, Selasa (13/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PKS juga sebelumnya sudah menyodorkan nama Mardani Ali Sera untuk jadi calon wakil gubernur. Usulan ini diklaim sudah disetujui oleh Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.
Jika poros baru ini terbentuk, maka kemungkinan akan ada pasangan calon baru untuk bersaing dalam Pilkada tahun depan.
Mempertimbangkan Rizal Ramli
Syarif menyatakan salah satu nama yang dipertimbangkan adalah Rizal Ramli, bekas Menteri Koordinator bidang Kemaritiman. Apalagi Rizal sudah resmi didukung oleh Dewan Pimpinan Wilayah PAN DKI Jakarta.
Menurutnya, berdasarkan survei internal, elektabilitas Rizal Ramli di atas Sandiaga. Hal itu tentu sangat dipertimbangkan oleh partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono tersebut.
"Ini sangat dinamis dan tiba-tiba survei Rizal mengalahkan Sandiaga, jadi Demokrat sangat mempertimbangkan dinamisasi yang ada," ujar dia.
Sebelumnya, Ketua DPW PAN DKI Eko Patrio mengklaim telah bicara dengan Rizal Ramli untuk mengusungnya di Pilkada DKI mendatang.
Sebagai bagian dari Koalisi Kekeluargaan di Pilkada DKI, PAN akan membawa nama Rizal Ramli ke koalisi tersebut sebagai bahan pertimbangan sebagai calon kepala daerah.
Soal kemungkinan adanya poros baru sebelumnya sudah dikatakan oleh bakal calon gubernur Yusril Ihza Mahendra. Menurutnya poros baru ini terdiri dari Demokrat, PPP, PKB dan PAN. Yusril yakin poros baru ini akan mengusung dirinya. (sur/asa)