Boy mengklaim memiliki hubungan dekat dengan Sandiaga. Ia bahkan pernah ditawari untuk menjadi pasangan Sandiaga pada Pilkada DKI Jakarta tahun 2017.
"Tadinya diminta untuk pasangan gubernur atau wakil, lalu saya bilang, saya tidak ada niat ke sana. Akhirnya dia minta saya untuk jadi tim pemenangan," kata Boy saat dihubungi, Kamis (22/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau memang disetujui partai pendukung saya masuk ke tim pemenangan, ya saya terima," ujarnya.
Boy berkata, ia telah menyerahkan surat pengunduran dirinya ke DPP dan DPD PDIP pukul 11.30 siang tadi.
Wakil Ketua Umum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad membenarkan bergabungnya Boy menjadi pimpinan tim pemenangan Sandiaga. Gerindra, kata dia, menyambut Boy dengan tangan terbuka.
"Siapapun yang mau bergabung dan ingin memenangkan pasangan kami, tentu kami sambut baik," ujar Dasco di Gedung DPR.
Dasco menegaskan, ajakan Boy sebagai salah satu tim pemenangan Sandiaga, tidak melibatkan partai. "Kalau komunikasi itu memang dilakukan antara inisiatif Pak Sandiaga dengan Pak Boy," kata Dasco.
Alasan kedua, perbedaan pendapat tersebut dianggap Boy dapat berakibat negatif pada keutuhan dan soliditas PDIP dalam menghadapi pilkada DKI Jakarta 2017.
“Saya secara pribadi tidak ingin menjadi beban bagi PDIP, dan dapat secara bebas menyalurkan aspirasi saya kepada pihak lain yang berkesesuian dengan isi hati nurani dan keyakinan pribadi saya,” kata Boy.
Pada akhir suratnya, Boy mengucapkan terima kasih dan meminta maaf kepada keluarga besar PDIP.
Lihat juga:PDIP ke Sandiaga Uno: Jangan Berharap |