Nama Agus resmi dimajukan setelah pembahasan panjang selama dua hari penuh di kediaman Ketua Umum Demokrat SBY di Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pembahasan melibatkan empat partai yang tergabung dalam Poros Cikeas, yakni Demokrat, Partai Amanat Nasional, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Kebangkitan Bangsa.
Agus dipasangkan dengan Sylviana Murni, birokrat karier Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang sebelumnya diincar Sandiaga Uno –calon Gerindra. Keduanya diharapkan Poros Cikeas bisa menjadi kuda hitam yang mengobrak-abrik elektabilitas Ahok selaku petahana yang selama ini belum tertandingi di berbagai survei.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Tiga partai itu saja,” kata Hinca tanpa mau menyebut spesifik siapa individu yang menaruh nama Agus di meja Poros Cikeas.
Melepas masa depan cerah di militer untuk terjun ke dunia poitik secara mendadak, bukan perkara biasa. Seorang sumber mengatakan, ibunda Agus, Kristiani Herawati alias Ani Yudhoyono, sempat tak sepakat dengan gagasan pencalonan Agus.
Namun setelah melalui pembicaraan panjang, Agus akhirnya bersedia melepas karier militernya untuk memimpin Jakarta.
Tak pelak, Agus terpilih sebagai kandidat gubernur dari Poros Koalisi saat injury time. Ia kini harus mengundurkan diri dari dinas ketentaraan.
Selain itu, kata Hinca, dari delapan nama yang ikut penjaringan, beberapa di antaranya pada akhirnya tidak mencapai kesepakatan utuh dengan seluruh anggota Poros Cikeas.
Demokrat yang hanya memiliki 10 kursi di DPRD DKI Jakarta memang wajib berkoalisi dengan partai lain untuk memajukan calon.
Setelah nama Agus muncul, barulah semua anggota Poros Cikeas seia sekata. Mereka menganggap Agus paling berpotensi. Pengalamannya sebagai perwira TNI dikombinasi dengan ketegasan dan kompetensi yang ia miliki, diharapkan dapat menandingi Ahok.
“Agus memang mutiara. Selalu menonjol dalam pendidikan militer, di domestik maupun internasional. Sosoknya santun, cerdas, bersih, dan good-looking,” kata Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Ramadhan Pohan.
Gabungan sosok tentara disiplin, cerdas, bersih, dengan good-looking dalam diri Agus itulah yang kini menjadi sandaran Poros Cikeas.
Poros Cikeas yakin: Ahok telah menemukan lawan sebanding. (agk)