Ketua KPUD DKI Sumarno berkata, anggaran itu dipersiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya tiga pasangan calon kepala daerah pada Pilkada DKI Jakarta tahun 2017.
"Putaran kedua itu sekitar Rp100 miliar dan lebih. Kalau tidak ada puturan kedua, kami bisa menghemat lebih dari Rp100 miliar," ujar Sumarno di Kantor KPUD DKI, Jakarta, Jumat (23/9).
Lihat juga:Megawati, Ahok, dan Jas Merah PDIP |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sumarno menuturkan, putaran kedua akan dilakukan jika tidak ada calon kepala daerah yang memperoleh suara lebih dari 50 persen pada pilkada DKI yang akan dilaksanakan pada Februari 2017.
"Jika tidak ada calon yang meraih suara lebih dari 50 persen. Maka dipastikan dua putaran. Tapi jika hanya dua pasangan dipastikan langsung selesai," ujarnya.
Lihat juga:Cikeas Usung Agus Yudhoyono-Sylviana |
Poros Cikeas yang terdiri dari Partai Demokrat, PAN, PKB, dan PPP telah resmi mengusung Mayor Agus Harimurti Yudhoyono dan Deputi Gubernur Bidang Kebudayaan dan Pariwisata, Sylviana Murni. Keduanya diperkirakan akan mendaftarkan diri ke KPUD DKI malam ini.
Sementara itu, Gerindra dan PKS dikabarkan masih mencari pendamping bagi Sandiaga Uno untuk mengahadapi Ahok-Djarot dan Agus-Sylviana. (abm)