Ruhut menuturkan, ia lebih memilih mendukung kader Partai Demokrat seperti Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas dan Pramono Edhie Wibowo sebagai bakal calon gubernur daripada Agus.
"Tegas saya katakan, saya akan dukung jika yang dicalonkan adalah kader. Kalau Mas Ibas, Pak Pramono Edhie, itu aku dukung," kata Ruhut di Gedung DPR, Jakarta, Senin (26/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ruhut mengklaim, dukungan untuk Agus bukanlah keputusan Partai Demokrat, melainkan keputusan koalisi empat partai yang tergabung dalam poros Cikeas.
Anggota Komisi III DPR tersebut menyatakan tidak takut terhadap ancaman sanksi yang bakal dijatuhkan Demokrat karena dukungannya untuk Ahok.
Ia merasa tidak perlu menanggapi sikap Ruhut secara berlebihan.
"Satu atau dua kader nyentrik tidak perlu kami tanggapi. Sejauh ini kami dan tiga partai pendukung lainnya kompak, dan saya merasa aneh jika ada yang meragukan," kata Amir.
Amir meyakinkan, kemunculan seorang Agus bukan karena paksaan dari pihak tertentu, melainkan pilihannya sendiri untuk meniti karier di kancah politik praktis. "Apa yang diragukan dari seorang Agus," ucapnya.