Menurut Wakil Sekretaris Jenderal Golkar Hetifah Sjaifudian, target kemenangan Pilkada di 60 daerah tahun depan mudah dicapai. Alasannya, saat ini Golkar tak lagi memiliki konflik internal seperti saat Pilkada 2015 berlangsung.
"Jadi ke depan sudah jauh berbeda posisi kita memilih calon, sekarang sudah dengan satu perhitungan dan ditegaskan tak ada mahar politik. Jadi kepala daerah yang maju, sepenuhnya pertimbangannya elektabilitas dan penerimaan masyarakat," ujar Hetifah di kawasan Senayan, Jakarta, Selasa (27/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Hetifah, saat ini partainya fokus terhadap pemenuhan target dibanding mempermasalahkan status politik pasangan calon yang diusung.
Selain menargetkan kemenangan Pilkada di 60 daerah, Golkar juga akan meminta pertanggungjawaban para pasangan calon yang mereka usung jika nantinya menjadi kepala daerah.
Hetifah mengatakan, pertanggungjawaban akan diminta Golkar kepada pasangan calon yang memenangkan Pilkada setiap kurun waktu enam bulan.
Pertanggungjawaban juga diminta walau pasangan calon yang memenangkan Pilkada bukan merupakan kader Golkar, namun diusung mereka.
"Kita mau lihat apa yang sudah dilakukan (kepala daerah yang diusung Golkar). Kita bantu termasuk memberi asistensi teknis," katanya. (wis)