Menurut Roy, salah satu sikap Ruhut yang menuai polemik adalah hinaan terhadap sejumlah kader, termasuk Ketua Fraksi Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ruhut, saat dikonfirmasi mengenai permintaan mundur dirinya dari Ibas, justru malah berbalik menghina putra kedua Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono tersebut. Ibas disebutnya memiliki pola pikir mundur layaknya tukang parkir.
"Sudah akan segera ditentukan sanksinya. Kami terbiasa taat asas dan sesuai AD-ART. Biarlah Komisi Pengawas dan Dewan Kehormatan yang memutuskan sesuai pakta integritas," ujar Roy.
Dihubungi terpisah, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Agus Hermanto mengatakan, partainya akan segera mengklarifikasi dukungan Ruhut kepada Basuki Tjajaha Purnama alias Ahok. (abm)