Ditemui setelah acara Agus menjelaskan bahwa sang ayah, Susilo Bambang Yudhoyono, yang sekaligus Ketua Umum Partai Demokrat memberikan arahan yang sangat jelas agar para kader Demokrat berjuang untuk memenangkan pasangan Agus-Sylvi.
"Kami meyakini bahwa kekuatan kami merupakan atau harus jadi harapan baru karena memang ada hal-hal yang bisa kami tawarkan," kata Agus saat ditemui di IS Plaza, Rabu (5/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Agus, kehadiran dia dan Sylvi di acara DPD Partai Demokrat DKI Jakarta tersebut bertujuan untuk mendekatkan diri dengan kader yang ada. Dia pun berterima kasih atas sambutan meriah yang dia dapatkan dari kader Partai Demokrat.
"Kader dan relawan berjuang dengan cara baik, beretika, dan menghindari segala bentuk politik yang sampai melancarkan fitnah serta kampanye hitam," kata Agus.
Terkait dengan strategi pemenangan dirinya di Pilkada nanti, Agus mengaku masih bungkam. Dia baru akan membeberkan semuanya saat masa kampanye sudah dimulai akhir Oktober 2016 mendatang.
Namun begitu, Agus mengamini apa yang diungkapkan tim pemenangannya bahwa gaya meet the people akan digunakan selama kampanye. Bagi Agus, strategi itu harus dilakukan agar para calon kepala daerah bisa langsung mendengarkan harapan dan aspirasi masyarakat.
"Saya pikir semua akan melaksanakan itu, mendengar harapan dari semua lapisan dan kalangan," ujar dia.
Tim pemenangan Agus-Sylvi telah resmi dibentuk dan sudah didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum Daerah DKI Jakarta. Sebagai langkah awal, tim pemenangan itu akan menggunakan gaya meet the people.
Ketua tim pemenangan Agus-Sylvi, Nachrowi Ramli mengungkapkan gaya tersebut dipilih agar pasangan yang masih seumur jagung tersebut bisa menarik hati masyarakat DKI Jakarta.
"Kami ingin menarik hati rakyat, meet the people. Kami ingin sampaikan ke depan Jakarta ini seperti apa," kata Nachrowi.
Menurut pria yang akrab disapa Nara tersebut, Pilkada DKI Jakarta tak melulu soal menang atau kalah. Bagi dia yang tak kalah penting adalah bagaimana memimpin Jakarta untuk lima tahun ke depan.
Oleh sebab itu, Nara menegaskan aspirasi dari masyarakat tetap dibutuhkan untuk dijadikan modal seandainya Agus-Sylvi menang di Pilkada 2017.
(obs)