"TNI/Polri harus netral, karena itu adalah semangat reformasi 1998," kata Agus saat ditemui di IS Plaza, Rabu (5/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai upacara HUT TNI ke-71 di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Gatot mengatakan telah mengumpulkan seluruh perwira tinggi di Cimahi, Jawa Barat, ketika mengetahui Agus mengundurkan diri sebagai prajurit TNI.
Gatot mengatakan, keikutsertaan Agus dalam pilkada akan mempengaruhi psikologis para prajurit yang ada di bawahnya. Mereka dikhawatirkan akan bersimpati mendukung kesuksesan putra mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu sebagai Gubernur DKI Jakarta.
"Justru mantan Mayor Agus adalah komandan batalyon di Tangerang yang dekat dengan Jakarta, maka secara psikologis pasti ada prajurit yang simpati untuk mendukungnya," kata Gatot.
Gatot mengatakan upayanya dalam mengumpulkan panglima dimaksudkan agar para perwira tinggi yang bertanggung jawab di setiap daerah dapat menyampaikan kepada para prajuritnya hingga ke level terendah, mengenai fungsi TNI sebaik-baiknya.
"Supaya mereka paham betul apa itu netral, kemudian melakukan pengawasan (keamanan)," kata Gatot.
Selamat HUT TNI
Meskipun sudah tidak aktif terlibat dalam dunia militer, Agus tidak melupakan hari bersejarah bagi garda pertahanan Indonesia tersebut. Hari ini, 5 Oktober, adalah hari ulang tahun ke-71 TNI dan Agus memberikan ucapan selamat ulang tahun.
Agus menegaskan, dirinya masih memiliki jiwa prajurit dan itu tak akan pernah hilang dari dirinya. Oleh sebab itu, di kesempatan kali ini dia tetap memberikan ucapan selamat kepada TNI.
"Semoga semakin jaya di darat, laut, maupun udara dan semakin mencintai dan dicintai oleh rakyat," kata Agus.
Sebanyak seribu orang mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia ke-71, di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta, Rabu (5/10). Para peserta upacara itu terdiri dari prajurit dan pegawai negeri sipil TNI. (rel/abm)