Ahok sempat menanggapi santai saat tingkat keterpilihannya turun berdasarkan hasil survei. Survei Poltracking bulan lalu menyebut elektabilitas Ahok 36,92 persen jika dipasangkan dengan Heru Budi Hartono.
Setelah tiga pasang calon mendaftar di Komisi Pemilihan Umum Daerah, giliran Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menggelar survei.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Artinya tim harus kerja keras," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Rabu (10/5).
Ahok menampik kebijakan itu merupakan sebuah kesalahan. Dia beranggapan kebijakan itu merupakan realisasi atas sumpah jabatannya sebagai gubernur yakni untuk merapikan Jakarta.
Caranya dengan memindahkan warga yang menempati kawasan pinggir kali ke rumah susun. Ahok menyebut kebijakannya itu sudah dilakukan sejak tahun 1960-an di Cina dan Eropa.
"Buat apa pilih saya jadi gubernur tapi sungai semua enggak rapi," kata Ahok.
Ahok juga digoyang isu primordial. Hasil riset LSI menyebut, sekitar 40 persen pemilih muslim di Jakarta tidak bersedia dipimpin oleh gubernur nonmuslim. Faktor terakhir adalah hadirnya kompetitor yang baru yakni Anies dan Agus.
Meski hasil survei kurang berpihak padanya, Ahok merasa terbantu. Menurutnya, dia tak lagi perlu mengadakan survei sendiri untuk mengetahui elektabilitasnya. "Saya enggak perlu bayar lembaga survei, enak ya, numpang aja," kata Ahok. (sur/obs)